Organisasi terkecil ialah keluarga, diciptakan oleh Tuhan sendiri dan memiliki peranan yang fundamental bagi masyarakat secara keseluruhan. Keluarga baik dan hebat, akan membentuk masyarakat dan negara yang baik dan hebat juga. Untuk tujuan itu, setiap anggota keluarga (ayah, ibu dan anak) memiliki peranannya masing-masing.

Seorang anak memiliki peranan tersendiri dalam keluarga, sebagai komponen yang sedang bertumbuh, memiliki tugas utama belajar. Belajar bukan hanya mengenai ilmu pengetahuan di sekolah (formal), melainkan juga belajar mengenai nilai moral, kehidupan, sopan santun, agama, dan pengetahuan umum (informal). Dengan hak dan tanggungjawabnya, sudah sepantasnyalah dia taat. Kita perlu mengerti bahwa main itu penting bagi anak-anak namun jangan lupa bahwa ada tanggung jawab untuk belajar. Disadari atau tidak, semua aktifitas  formal dan informal adalah proses pembelajaran.

Sebagai generasi penerus, seorang anak harus memastikan bahwa dirinya dapat meneruskan apa yang telah baik dilakukan oleh generasi pendahulunya dan meningkatkan apa yang dapat dan perlu ditingkatkan. Untuk dapat memastikan bahwa seorang anak mampu, maka proses pembelajaran ini tidak boleh diabaikan. Banyak perusahaan sukses menjadi bangkrut di tangan anak cucu, karena ketidakmampuan meneruskan nilai-nilai yang ditanamkan oleh pendahulunya. Jadi fokus kita sebagai anak ialah meneruskan yang baik dan meningkatkan yang belum. Kesuksesan bukan hanya mengenai harta, melainkan ilmu, relasi, watak, sifat, keahlian dan karakter. Banyak hal yang dapat dieksplorasi oleh anak untuk dapat menjadi generasi penerus yang melesat tepat sasaran seperti anak panah di tangan pahlawan.

Dunia berkembang dengan pesat, banyak sekali hal baru yang dipelajari seorang anak sesuai dengan jamannya. Banyak kemajuan yang dialami anak dibanding orangtuanya, namun banyak sekali nilai-nilai kekal yang tidak berubah yang dapat orangtua wariskan bagi generasi selanjutnya. Dalam proses pembelajaran sebagai seorang anak, salah satu kunci penting bagi seorang anak ialah taat dan hormat pada orangtua, ketika perbedaan pendapat terjadi kemukakanlah dengan sopan dan hormat hingga dicapai pengertian antara anak dan orangtua. Hal ini bukan mengenai siapa yang salah dan siapa yang benar, melainkan proses pembelajaran bersama untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tuhan sendiri menciptakan keluarga dengan tujuan mulia. Jagalah keluarga dengan pengertian dan menjalankan peran masing-masing dengan baik, hormati seorang akan yang lain dan yang paling penting adalah layanilah Allah bersama keluargamu.