Membentuk karakter pada anak diperlukan cara yang benar. Karena pendidikan karakter bangsa pada intinya merupakan pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi agama. Budaya dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.Nilai-nilai dalam pendidikan karakter itu terdapat 18 buah antara lain yaitu: Agama,jujur,toleransi, disiplin, kerja keras,kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu,semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai,gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Nilai–nilai budaya dan karakter bangsa melalui pendidikan dikembangkan agar peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari  sebagi pribadi, anggota keluarga, masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, kreatif dan inovatif. Secara teknis pendidikan karakter bangsa  dimaknai sebagai proses internalisasi penghayatan  nilai-nilai budaya karakter bangsa dan nilai-nilai luhur akhlak muliayang dilakukan peserta didik secara aktif.

Pendidikan karakter sangat perlu diberikan terhadap bangsa Indonesia sejak dini. Hal ini dikarenakan  membentuk suatu paradigma dan karakteristik  agar menjadi bangsa yang maju di dukung dengan moral yang baik. Pengembangan karakter yang  terbaik adalah jika dimulai sejak dini. Hal ini terkait dengan kepercayaan bahwa “Jika kita gagal menjadi orang baik di usia dini, di usia dewasa kita akan menjadi orang yang bermasalah atau orang yang kurang beruntung dan beban bagi orang lainnya.

Oleh karena itu, peran orang tua di dalam kelurga juga sangat penting dalam membentuk karakter anaknya. Misalkan seorang anak memiliki keluarga yang broken home, tentu kepribadian dan karakter anak tersebut menjadi seseorang yang pemalu ataupun minder. Oleh karena itu, orang tua harus dapat memberikan contoh-contoh yang baik kepada anaknya. Bisa dari perbuatan, perilaku, dan juga perkataan dalam sehari-hari.

Sedangkan jika anak berasal dari keluarga yang baik, anak tersebut akan tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki pribadi yang baik. Karakter seorang anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Contohnya pergaulan dengan teman-temannya di sekolah. Seorang anak akan tumbuh menjadi anak dengan karakter yang baik jika bergaul dengan anak-anak yang memiliki karakter baik pula. Sebaliknya, jika anak bergaul dengan anak-anak yang tidak baik, maka anak tersebut juga akan mengikuti seperti temannya.